Cuma Modal Rp200 Ribu, Intip Peluang Usaha Lilin Aromaterapi Minyak Jelantah Berkali Lipat Cuan
SEMARANG Jatengdata.com – Limbah dapur rupanya menyimpan potensi sebagai ladang uang tambahan bagi rumah tangga. Melalui sebuah sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) memaparkan proyeksi peluang usaha lilin aromaterapi minyak jelantah yang berpotensi meraup keuntungan kotor hingga 100 persen hanya dengan estimasi modal awal Rp200.000. Pemahaman ekonomi ini mulai mereka perkenalkan kepada ibu-ibu PKK sebagai langkah awal pemberdayaan keluarga.
Mahasiswa KKN MIT 43 UIN Walisongo Semarang Posko 43 Desa Delik menyelenggarakan sosialisasi tersebut di Dusun Susukan. Mereka secara aktif mengajak para warga melihat limbah rumah tangga dari sudut pandang yang berbeda. Minyak goreng bekas yang biasanya mencemari saluran air, nyatanya bisa warga olah menjadi produk kreatif bernilai jual.
Rincian Modal dan Kapasitas Produksi
Rincian modal untuk merintis usaha skala rumahan ini tergolong sangat terjangkau. qbal Dhanu Arta, salah satu mahasiswa KKN MIT 43 UIN Walisongo, kepada Jatengdata.com, membeberkan secara detail kalkulasi bisnis dari produk daur ulang tersebut.
“Bahan pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah sekitar Rp200.000 terdiri dari essential, boks kemasan, pewarna, mawar kering, gelas, karbon, bleaching earth, dan asam,” ungkap Iqbal Jumat (21/8/2026),
Berbekal modal tersebut, Iqbal memproyeksikan warga dapat memproduksi sekitar 20 buah lilin.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa kebutuhan minyak jelantah hanyalah 30 mililiter untuk setiap satu gelas produk. Oleh karena itu, total kebutuhan minyak bekas untuk mencetak 20 lilin hanya sekitar 600 mililiter.
Selanjutnya, hitung-hitungan omzet dari penjualan kerajinan tangan ini cukup menarik. Jika warga nantinya mematok harga jual standar sekitar Rp15.000 per buah, produk tersebut berpotensi menghasilkan omzet sebesar Rp300.000. Angka ini secara otomatis memberikan proyeksi keuntungan kotor sekitar Rp100.000 bagi produsen rumahan.
Margin keuntungan tersebut bahkan berpeluang naik dua kali lipat apabila warga mampu meningkatkan spesifikasi produk di masa mendatang. Apabila kemasan, aroma, dan tampilan visualnya dibuat lebih estetis, estimasi harga jual dapat menembus angka Rp20.000 per buah. Skema penyempurnaan ini berpotensi mendongkrak omzet hingga Rp400.000, dengan keuntungan kotor mencapai Rp200.000.
Evaluasi Kualitas Produk
Meskipun proyeksinya menjanjikan, inovasi usaha rintisan ini tentu masih membutuhkan penyempurnaan kualitas sebelum benar-benar siap menembus pasar.
Kepala Dusun Susukan, Widada, memberikan masukan penting agar warga memperkuat takaran minyak asiri. Ia menyoroti bahwa aroma bawaan minyak jelantah masih sedikit terasa pada produk hasil praktik perdana.
“Pendapat saya, ini membawa dampak positif bagi warga terkait pembuatan lilin dari minyak jelantah. Jadi warga semakin tahu dan mengerti akan pembuatan lilin dari bahan tersebut,” tutur Widada.
Masukan membangun ini akan menjadi bahan evaluasi agar proses produksi warga ke depannya berjalan lebih optimal.
Ingin menjajaki peluang usaha lilin aromaterapi dari minyak jelantah ini? Anda bisa klik tautan cara pembuatannya di sini.
Baca juga:
Jangan Dibuang! Ibu PKK Tlompakan Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Mewah
Rahasia Rumus 1:3:10! Cara Membuat Eco Enzyme Pengganti Sabun
Panduan Cara Budidaya Maggot BSF, Solusi Pakan Ternak Murah bagi Pemula
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.