Segera Dibuka! 10 Ribu Lowongan Kerja Pabrik Kendal

15 Juni 2026, 17:27 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menaiki unit motor listrik usai peresmian investasi pabrik EV Tiongkok yang memicu pembukaan 10 ribu lowongan kerja pabrik Kendal.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (kanan), mencoba purwarupa motor listrik didampingi perwakilan investor dan pejabat daerah. Megaproyek di Kawasan Industri Seafer Kendal senilai Rp15 triliun ini diproyeksikan segera membuka 10 ribu lowongan pekerjaan baru yang memprioritaskan tenaga kerja lokal. (Foto; Humas Pemprov)

SEMARANG, Jatengdata.com – Ambisi Jawa Tengah merajai industri energi terbarukan langsung membawa berkah bagi para pencari kerja. Ekosistem produksi otomotif raksasa kini bersiap membuka sepuluh ribu lowongan kerja pabrik Kendal seiring dengan kesiapan operasional fasilitas mereka.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan aliran investasi ini membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas. Ia menilai langkah ini sangat strategis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah di tengah tekanan global. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bahkan telah menyiapkan insentif khusus bagi kawasan industri yang ramah lingkungan.

Komitmen investasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT KIA Kendal dan PT New Generation Mobility (NGM), serta PT NGM dengan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Penandatanganan kerja sama disaksikan langsung Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari.

“Investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengarah pada pengembangan teknologi industri masa depan,” ujar Luthfi.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal, Bryan W Sudarwo, memberikan kepastian terkait skema rekrutmen. Ia menegaskan warga setempat akan mendapat porsi terbesar dalam loker kawasan industri Kendal ini. Pabrik tersebut akan membangun ekosistem terpadu yang memproduksi segala kebutuhan otomotif, mulai dari baterai hingga kendaraan komersial.

“Tenaga kerja lokal menjadi prioritas. Selain itu akan ada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM,” ujar Bryan.

Ekosistem Terintegrasi EV dan Target Ekspor

Kehadiran pabrik mobil listrik Jateng ini rupanya tidak sekadar mengejar pasar domestik. Para investor merancang fasilitas raksasa ini sebagai pusat produksi energi terbarukan yang terintegrasi. Mereka menargetkan produk buatan lokal mampu bersaing ketat di kancah internasional.

Perwakilan PT New Generation Mobility (NGM), Hadi Hartanto, membongkar alasan utama pemilihan Jawa Tengah sebagai basis produksi. Iklim investasi yang kondusif, keamanan sosial, dan kemudahan perizinan menjadi faktor penentu. Hadi juga mematok standar kualitas yang tinggi untuk operasional pabrik EV Tiongkok ini.

“Target kami, minimal 30 persen produksi harus diekspor. Jika mampu bersaing di pasar ekspor, berarti kualitas dan harga produk sudah memenuhi standar global,” ujar Hadi.

Proyek ambisius bernilai belasan triliun rupiah ini menjadi bukti nyata percepatan transformasi industri hijau. Kehadiran lowongan kerja pabrik Kendal berskala masif ini tentu memberikan kepastian dan harapan baru. Masyarakat Jawa Tengah kini menanti realisasi penyerapan tenaga kerja yang transparan, modern, dan tepat sasaran.

Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.