Cuma Setor 35 Persen, Kinerja 11 BUMD Gagal Topang Pendapatan Asli Daerah Jateng
SEMARANG, jatengdata.com – Sumbangsih 11 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah Jateng terbukti masih sangat minim dan jauh dari target ideal sebagai pengungkit ekonomi wilayah.
Realisasi penerimaan 11 perusahaan pelat merah hanya menyentuh Rp 512,7 miliar. Angka ini cuma menyumbang 35 persen total Pendapatan Asli Daerah Jateng. Hasil minim tersebut memicu tanda tanya besar soal efisiensi bisnis mereka. Data Kajian Laporan Akhir DPRD Jawa Tengah mengungkap fakta pahit ini.
Di sisi lain, dominasi penerimaan daerah ternyata masih bertumpu kuat pada dompet rakyat. Sektor pajak daerah menyumbang sangat masif hingga mencapai 82,2 persen. Fakta ini menunjukkan bahwa beban pembangunan belum menopang secara proporsional oleh instrumen bisnis pemerintah.
“Tingginya ketergantungan pada pajak menunjukkan bahwa instrumen bisnis daerah belum bekerja optimal sebagai mesin uang,” tulis laporan kajian DPRD Jateng tersebut.

Beban Operasional Tekan Kontribusi BUMD Jateng
Selain minimnya setoran dividen, tingginya beban operasional perusahaan menjadi sorotan utama. Banyak BUMD gagal mencetak laba maksimal karena pengeluaran rutin yang terus membengkak. Oleh karena itu, proses evaluasi BUMD Jawa Tengah harus segera menyasar perombakan struktur manajemen secara menyeluruh.
“BUMD harus segera mereformasi tata kelola agar tidak terus bergantung pada suntikan modal pemerintah daerah setiap tahunnya,” tegas catatan evaluasi dalam dokumen tersebut.
Stagnasi kinerja ini mengancam proyeksi PAD Jateng 2026 secara nyata. Pemerintah provinsi tidak boleh terus memeras pajak masyarakat luas. Oleh karena itu, belasan BUMD wajib menciptakan inovasi bisnis konkret. Kegagalan baru hanya akan membuat perusahaan daerah membebani kas daerah selamanya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.