Kawasan Industri Halal Jateng Segera Dibangun, Koperasi Ekspor Jadi Andalan
Rencana strategis memperkuat ekonomi syariah di Jawa Tengah kini memasuki babak krusial. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan Kawasan Industri Halal segera dibangun. Hal ini guna menarik investor luar daerah sekaligus menjadikan koperasi ekspor sebagai motor penggerak andalan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan keseriusan pemerintah dalam menggarap potensi ekonomi tersebut. Pihaknya saat ini tengah mematangkan konsep kawasan khusus ini bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta para pegiat ekonomi syariah.
“Jadi kita pengin ada kawasan industri halal. Nah, halal ini yang kita dorong dan kawan-kawan MES sebenarnya sudah menyiapkan itu dan sudah ada tempat-tempatnya perlu kita masifkan,” kata Taj Yasin saat memberikan keynote speech pada Sharia Economic Leaders Forum (SELF) Jateng 2026 di Padma Hotel Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Taj Yasin menjelaskan rumusan lintas sektoral ini sangat menentukan arah kebijakan ke depan. Sinergi ini memastikan kawasan tersebut siap menarik industri berskala besar dari luar daerah masuk ke Jawa Tengah.
“Kenapa enggak kita buka hari ini? Karena kami masih diskusi antara Pemprov, ada masyarakat ekonomi syariah, ada KDEKS, ada pegiat-pegiat yang lain. Itu yang perlu kita dorong supaya menarik industri-industri yang dari luar,” ujarnya.
Potensi Wisata Ramah Muslim
Gus Yasin juga menyoroti urgensi penataan ekosistem pariwisata dan kuliner daerah. Jawa Tengah belakangan ini menerima banyak apresiasi dari wisatawan mancanegara berkat tersedianya layanan wisata ramah muslim.
“Dengan adanya ekonomi syariah yang ramah terhadap muslim, baik itu kulinernya, baik itu wisatanya sehingga kenaikan-kenaikan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara datang ke Jawa Tengah itu mengapresiasi itu,” katanya.
Pengembangan sektor ini akan masuk secara resmi dalam cetak biru pembangunan Jateng pada 2027. Taj Yasin berharap kepengurusan baru MES Jateng mampu mengoptimalkan potensi tenaga muda untuk terus mengembangkan industri ini.
“Potensi baru ini, tenaga baru ini harus benar-benar menambah sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan masyarakat ekonomi syariah yang sudah terbangun dengan baik ini,” ujarnya.
Dorong Peran Koperasi Ekspor
Ketua Umum MES Jateng, Rezza Arief Budy Artha, menyatakan kesiapannya merespons tantangan tersebut. Pihaknya berkomitmen memperkuat ekonomi daerah melalui optimalisasi koperasi ekspor.
“Kenapa kita bicara tentang Koperasi Ekspor? Karena ini juga terkait dengan rencana atau RPJMD Jawa Tengah yang di tahun 2027 nanti adalah akan salah satunya mendorong ekonomi syariah,” kata Rezza.
Rezza menegaskan MES Jateng mengusung visi ekonomi syariah yang inklusif, inovatif, dan kolaboratif. Pihaknya membuka pintu kerja sama seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Jadi, semua masyarakat Jawa Tengah, siapa pun Anda, apa pun background-nya, apa pun latar belakangnya, kita mari sama-sama berkolaborasi mengembangkan ekonomi di Jawa Tengah,” ujarnya.
Sinergi lintas elemen ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan perekonomian daerah. Realisasi Kawasan Industri Halal dan optimalisasi daya saing koperasi ekspor diyakini akan menjadikan Jawa Tengah sebagai poros utama ekonomi syariah di tingkat nasional maupun global.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.