Jumlah Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun, Beras dan Rokok Tetap Jadi Beban Utama
SEMARANG, Jatengdata.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mengumumkan kabar baik terkait jumlah penduduk miskin Jawa Tengah pada Maret 2026. Lembaga ini mencatat angka penduduk miskin turun menjadi 3,29 juta orang. Penurunan ini mencapai 59,39 ribu orang jika membandingkannya dengan data September 2025.
Pemerintah daerah berhasil menekan angka kemiskinan secara konsisten. Namun, tantangan baru justru muncul di wilayah perdesaan. Persentase kemiskinan perdesaan malah naik tipis menjadi 9,96 persen dari sebelumnya 9,92 persen.
Garis Kemiskinan dan Harga Kebutuhan

BPS juga menetapkan Garis Kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp596.676 per kapita setiap bulannya. Komoditas makanan mendominasi beban pengeluaran masyarakat miskin hingga 75,98 persen. Beras memberikan sumbangan terbesar terhadap Garis Kemiskinan, yakni 20,73 persen di perkotaan dan 22,39 persen di perdesaan.
Selain beras, rokok kretek filter menempati posisi kedua sebagai penyumbang terbesar. Beban konsumsi rokok mencapai 9,50 persen di perkotaan dan 8,51 persen di wilayah perdesaan.
Secara rata-rata, rumah tangga miskin memiliki 4,31 anggota keluarga. Mereka harus mengeluarkan minimal Rp2.571.674 per bulan agar tidak masuk kategori miskin.
Data riil penduduk miskin Jawa Tengah ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah. Strategi pengendalian harga pangan pokok sangat krusial untuk mempertahankan tren positif ini ke depannya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.