Gubernur Tantang Wirausaha Muda Jateng: UMKM Harus Naik Kelas dan Tembus Ekspor!
SEMARANG, Jatengdata.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menantang ratusan wirausaha muda dan mahasiswa untuk menjadikan bursa bisnis sebagai batu loncatan strategis agar UMKM Jateng naik kelas hingga menembus pasar ekspor.
Luthfi menyampaikan langsung dorongan kuat tersebut di hadapan sekitar 760 mahasiswa calon pengusaha dan puluhan pelaku UMKM dalam ajang Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rabu (7/10/2026). Ia menegaskan ruang temu antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha sangat krusial untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang tangguh dan adaptif terhadap tren pasar.
“Terima kasih kepada Kementerian UMKM yang hari ini melakukan bursa usaha terkait dengan kesempatan kerja dan wirausaha. Undip sebagai hub-nya. Ini ada adik-adik mahasiswa dan UMKM di seluruh kabupaten/kota hadir untuk mengembangkan ekonomi baru di wilayah kita,” kata Luthfi.
Strategi Jitu Dorong UMKM Jateng Naik Kelas
Di hadapan para wirausaha muda Jateng, Luthfi menyoroti keberadaan sekitar 4,2 juta UMKM di 35 kabupaten/kota, dengan 97,95 persen di antaranya masih berskala mikro. Karena itu, ia menilai pembinaan dan pelatihan teori tak lagi cukup. Pemerintah dan ekosistem bisnis harus segera mempertemukan para pelaku usaha dengan akses pembiayaan, teknologi mutakhir, serta jejaring kemitraan skala luas.
“UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas. Mulai dari mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik kemudian keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas,” tegasnya.
Demi merealisasikan target ekosistem bisnis tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mengoptimalkan berbagai program inkubasi seperti Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap.
Sepanjang tahun 2026, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat lonjakan antusiasme yang melahirkan 2.282 wirausaha binaan baru. Sektor makanan, kerajinan, dan jasa digital mendominasi minat para pengusaha baru tersebut untuk menggebrak pasar.
Sinergi Pembiayaan dan Digitalisasi Pasar
Pemprov Jateng juga menempatkan penguatan UMKM sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah. Realisasi investasi pada Usaha Mikro dan Kecil (UMK) yang menyentuh angka Rp11,40 triliun pada semester I-2026 membuktikan hal tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga menjamin perluasan akses permodalan terjangkau, salah satunya melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 6 persen dari Bank Jateng.
“Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran sehingga bisa berkembang bersama. Termasuk juga soal digitalisasi,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M Riza Damanik, sepakat bahwa semua pihak harus memposisikan bursa wirausaha sebagai wadah hilirisasi dari proses inkubasi panjang di perguruan tinggi. Lewat sinergi yang matang, ia meyakini wirausaha muda Jateng yang inovatif akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di masa depan.
“Diharapkan kegiatan ini menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa atau calon wirausaha muda untuk lebih produktif,” pungkasnya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.