Imbas Erupsi Anak Krakatau, Bandara Ahmad Yani Buka 24 Jam demi MTQ Nasional

8 September 2026, 10:03 WIB • 3 menit baca
Plt Kepala Dinas Perhubungan Jateng Agung Pramono memegang mikrofon saat memberikan keterangan pers terkait skenario transportasi MTQ Nasional akibat erupsi Anak Krakatau.

SEMARANG, Jatengdata.com– Imbas erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengacaukan puluhan jadwal penerbangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat. Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang kini beroperasi 24 jam penuh. Langkah ini bertujuan mengamankan kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional dari 10 provinsi.

Langkah strategis tersebut menjadi sangat vital. Sebanyak 10 daerah mengandalkan Bandara Soekarno-Hatta sebagai titik transit maupun rute utama menuju Jawa Tengah. Kesepuluh provinsi tersebut meliputi Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.

Skenario Pengalihan Rute Darat

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan skenario alternatif menyikapi gangguan jadwal penerbangan di Jakarta. Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng langsung berkoordinasi bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) guna mengakomodasi perpindahan moda transportasi para peserta MTQ.

“Kalau nantinya (Bandara) Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan reschedule atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Tetapi untuk area transportasi darat, kami siap,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono.

Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang merespons situasi ini dengan memperpanjang jam operasional menjadi 24 jam sejak Ahad malam kemarin. Kebijakan ini menampung pengalihan penerbangan dari berbagai rute yang menghindari paparan abu vulkanik.

“Kami sudah menyampaikan kepada shuttle ataupun transportasi lain yang beroperasi di wilayah Semarang untuk tetap beroperasi. Jadi kami menjamin kendaraan maupun transportasi lain tersedia bagi penumpang yang mendarat di Semarang,” ujar GM PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto.

Hingga Senin (7/9/2026) pukul 10.00 WIB, Angkasa Pura mencatat pembatalan 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani. Pembatalan penerbangan ini memengaruhi 3.420 orang, yang terdiri atas 1.842 penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan.

Pantauan Udara Jawa Tengah Aman

Meski erupsi Anak Krakatau memicu kekacauan jadwal penerbangan dari dan menuju Jakarta, kondisi tersebut tidak memengaruhi ruang udara Jawa Tengah. Stasiun Meteorologi memastikan kondisi langit wilayah ini masih aman dari paparan abu vulkanik. Hasil paper test di sekitar Bandara Ahmad Yani, Tegal, Cilacap, dan Kertajati pada 6 dan 7 September menunjukkan hasil negatif.

“Dari data terakhir kami yang mengacu pada VAAC Darwin, baik pada lapisan bawah maupun lapisan atas, sekarang mayoritas arah anginnya ke arah barat. Itu sebabnya secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman dan hasil pemantauannya negatif,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah terus memantau kondisi di lapangan. BPBD mendorong pemerintah kabupaten dan kota agar terus meningkatkan kewaspadaan terkait informasi persebaran abu vulkanik. Sejauh ini paparan abu tidak mengganggu aktivitas warga.

“Belum ada laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan.

Pemerintah bersiaga penuh mengamankan jalur udara serta alternatif transportasi darat secara paralel. Upaya taktis ini menjaga mobilitas kafilah dari berbagai penjuru Indonesia menuju Semarang agar tetap lancar di tengah dinamisnya dampak erupsi Anak Krakatau.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.