Siap-siap! Pemprov Jateng Kucurkan Beasiswa Mahasantri & Santri Penggerak 2026, Cek Syarat dan Kuotanya

19 Agustus 2026, 11:17 WIB • 3 menit baca
Ketua LFSP Hasyim dan Ketua Tim Seleksi Wahid saat memaparkan syarat dan kuota program beasiswa Pemprov Jateng 2026.
Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jateng, Prof Hasyim Muhammad (kiri) bersama Ketua Panitia Seleksi, Dr. Wahid Abdulrahman (kanan), saat memberikan keterangan pers terkait pembukaan pendaftaran beasiswa Pemprov Jateng 2026 di Semarang, Selasa (18/8/2026).

SEMARANG, Jatengdata.com – Peluang emas bagi kalangan pesantren di Jawa Tengah kembali terbuka lebar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng resmi menggulirkan program beasiswa tahap kedua yang menyasar Mahasantri Ma’had Aly dan Santri Penggerak 2026. Total bantuan pendidikan ini mencapai jutaan rupiah per mahasiswa.

Pendaftaran kedua skema beasiswa ini sepenuhnya dilakukan secara daring mulai 24 Agustus hingga 24 September melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN). Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif “Pesantren Obah”, sebuah program prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) untuk mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pesantren.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memaparkan bahwa beasiswa kategori pertama dialokasikan khusus bagi warga Jateng yang menempuh pendidikan Marhalah Ula (setara S1) di Ma’had Aly.

“Ma’had Aly merupakan pendidikan tinggi yang hanya ada di pesantren. Seluruh perkuliahan dan materi pembelajarannya bersumber dari kitab kuning. Masa kuliahnya juga empat tahun, sama seperti perguruan tinggi lainnya,” ujar Prof Hasyim di kompleks kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Selasa (18/8/2026).

Prioritas Mahasiswa Berprestasi dan Kurang Mampu

Jawa Tengah tercatat memiliki 25 Ma’had Aly, menjadikannya salah satu yang terbanyak di Indonesia. Untuk program ini, LFSP menyiapkan kuota sebanyak 420 penerima beasiswa Mahasantri. Nantinya, setiap mahasiswa yang lolos akan menerima suntikan dana Rp1 juta per semester selama maksimal enam semester.

Syarat utamanya cukup ketat. Calon penerima wajib berstatus penduduk Jateng, aktif kuliah minimal semester II, terdaftar dalam sistem EMIS, dan mengantongi rekomendasi dari Ma’had Aly mitra.

“Kita akan memprioritaskan mereka yang masuk kategori miskin dan tentu mereka yang berprestasi,” jelas Hasyim.

Ia menambahkan bahwa masyarakat kurang mampu pada desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan menjadi sasaran utama.

Sementara itu, kategori Beasiswa Santri Penggerak secara spesifik membidik mahasiswa minimal semester III dari rumpun ilmu saintek, humaniora, maupun keislaman. Mahasiswa tersebut harus berstatus mondok, aktif berorganisasi, dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.

Seleksi kategori ini mewajibkan peserta menulis esai bertema “Peran Santri dalam Pembangunan di Jawa Tengah”. Selain itu mereka akan melalui uji wawasan kebangsaan dan kepesantrenan.

“Dalam program ini kita ingin menjaring aktivis yang berstatus mahasiswa. Mereka bisa berasal dari kedokteran, teknik, hukum, dan program studi lainnya, tetapi juga aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus,” tambah Hasyim.

Infografis panduan lengkap pendaftaran beasiswa Pemprov Jateng 2026 yang berisi rincian jadwal aplikasi JNN, kategori Mahasantri Ma'had Aly, dan Santri Penggerak.
Infografis panduan tata cara pendaftaran, kategori, dan persyaratan program beasiswa Pemprov Jateng 2026 tahap kedua. (Grafis: jatengdata.com)

Persiapan Launching di Hari Santri Nasional

Program beasiswa ini tidak sekadar menyalurkan dana bantuan, tetapi juga menyiapkan ekosistem pembangunan manusia yang komprehensif. Pengurus LFSP Jateng, Haryanto, menegaskan bahwa beasiswa ini sepaket dengan pemberdayaan pesantren.

“Selain pembangunan fisik, pembangunan manusia juga menjadi perhatian. Nanti ada pemberdayaan ekonomi santri, peningkatan SDM, pelatihan mengenai AI, ekonomi digital, dan program-program lainnya,” ungkap Haryanto.

Proses seleksi dan pemberkasan akan berlangsung ketat hingga pertengahan Oktober mendatang. Ketua Panitia Seleksi, Dr. Wahid Abdulrahman, membocorkan bahwa peluncuran resmi program ini akan menjadi momentum istimewa bagi para santri di Jawa Tengah.

“Sebagai hadiah untuk Santri, insyaallah program ini kami rencanakan launching di Hari Santri Nasional tahun 2026,” tegas Wahid.

Sebagai catatan, pada seleksi tahap pertama sebelumnya, Pemprov Jateng telah memberangkatkan belasan santri untuk studi ke luar negeri dan puluhan pengasuh pesantren untuk melanjutkan pendidikan magister hingga doktoral. Informasi detail terkait pendaftaran tahap kedua ini dapat diakses publik melalui portal resmi Pemprov Jateng atau aplikasi JNN.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.