1,5 Juta Wisatawan Serbu Semarang, BPS Ungkap Fakta Mengejutkan Ini!
SEMARANG, Jatengdata.com – Lebih dari 1,5 juta wisatawan nusantara membanjiri Ibu Kota Jawa Tengah sepanjang Juli 2026. Angka ini mencetak lonjakan tajam sebesar 45,85 persen dbandingkan data tahun lalu.
Namun, di tengah tren positif pariwisata Kota Semarang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang justru menemukan fakta menarik terkait tingkat penghunian kamar hotel berbintang yang mengalami sedikit penurunan
BPS Kota Semarang merilis dinamika pariwisata Kota Semarang ini secara rinci melalui Berita Resmi Statistik pada 1 September 2026. Dokumen bernomor 21/09/3374/Th. VIII tersebut menyajikan potret pergerakan wisatawan dan performa perhotelan secara transparan.
Kunjungan Wisatawan Meroket
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono SST., M.Si., menyatakan arus kunjungan wisatawan nusantara menuju Kota Semarang terus menunjukkan tren pertumbuhan. BPS menemukan bukti kenaikan ini secara perhitungan bulanan maupun tahunan.
“Selama Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus dengan tujuan Kota Semarang sebanyak 1.512.831 perjalanan,” jelas Rudi Cahyono dalam dokumen resmi tersebut. Data ini mencerminkan peningkatan 3,8 persen dari bulan Juni 2026 yang mencapai 1.457.421 perjalanan.
Tingkat Keterisian Hotel Turun Tipis
Menariknya, lonjakan kedatangan pelancong ini tidak lantas mendongkrak okupansi hotel Semarang secara keseluruhan. Petugas BPS mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2026 justru tertahan pada angka 61,70 persen.
“Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 1,33 poin dibanding TPK Juni 2026 yang tercatat sebesar 63,03 persen,” ungkap laporan resmi tersebut. Tren penurunan keterisian kamar ini melanda hampir seluruh kelas hotel berbintang di kawasan ini.

Hotel Bintang Empat Paling Laris
Meskipun TPK rata-rata turun, tamu hotel tetap mengincar hotel bintang empat sebagai preferensi utama. Hotel kelas ini sukses membukukan tingkat keterisian 67,73 persen, paling tinggi dibandingkan klasifikasi bintang lainnya. Sebaliknya, hotel bintang dua hanya mampu mencapai TPK terendah di angka 51,83 persen.
Terkait durasi inap, BPS mencatat rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang hanya mencapai 1,36 malam. Wisatawan mancanegara rata-rata menghabiskan waktu 1,64 malam, sedikit lebih lama daripada tamu domestik yang hanya menginap selama 1,35 malam.
Catatan pergerakan dan preferensi penginapan ini menjadi referensi krusial dalam membaca arah pariwisata Kota Semarang ke depan. Desngan demikian, para pelaku industri dapat menyusun strategi yang lebih adaptif dalam menyambut tingginya minat kunjungan ke wilayah ini.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.