Sah Jadi Ruang Ibadah, Wisata Religi Candi Borobudur Siap Mendunia

18 September 2026, 11:41 WIB • 3 menit baca
Sekelompok umat Buddha dan peserta berpakaian putih duduk bermeditasi dalam posisi peribadatan di pelataran Candi Borobudur saat pagi hari, dengan latar belakang stupa-stupa candi.
Umat Buddha dan partisipan lain mengikuti prosesi peribadatan dan meditasi bersama di pelataran Candi Borobudur, Jawa Tengah. Pemanfaatan candi sebagai ruang ibadah secara resmi memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata religi global dan pusat spiritualitas dunia, sejalan dengan visi pemerintah. (Foto: Kemenag)

JAKARTA, Jatengdata.com – Potensi wisata religi Candi Borobudur dan Prambanan kini siap mendunia usai pemerintah resmi menetapkan kawasan bersejarah tersebut sebagai ruang ibadah umat Hindu dan Buddha. Pemerintah pusat dan daerah menandatangani kesepakatan lintas sektor ini secara langsung di Kementerian Agama RI, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026), sekaligus membuka babak baru bagi pariwisata berkelanjutan di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut antusias kesepakatan bersejarah ini saat hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menegaskan penguatan fungsi keagamaan ini tidak sekadar melayani umat, tetapi memproyeksikan daya tarik wisata religi Jawa Tengah ke tingkat global.

Candi-candi ini tidak lagi sekadar saksi bisu peninggalan masa lampau. Kawasan tersebut kini hidup kembali sebagai tujuan utama umat dari berbagai negara untuk menjalankan aktivitas keagamaan secara khusyuk.

Magnet Baru Sekelas Makkah dan Vatikan

Gus Yasin mengibaratkan potensi besar kawasan candi ini layaknya Makkah dan Vatikan. Aktivitas ibadah di Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon akan mendorong umat datang kembali dan menghabiskan waktu lebih lama di Jawa Tengah.

Lonjakan kunjungan wisatawan religi mancanegara dan domestik ini pasti membawa angin segar bagi perekonomian warga. Sektor pariwisata, mulai dari industri perhotelan hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bersiap menyambut limpahan berkah ekonomi yang berputar di sekitar kawasan candi.

“Perekonomian bukan hanya perhotelan, akan tetapi juga perekonomian yang ada di UMKM karena ibadah itu sebuah magnet tersendiri,” kata Gus Yasin.

Langkah strategis ini sangat sejalan dengan visi Jawa Tengah dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan. Indikator keberhasilan pariwisata kini tidak hanya melihat tingginya jumlah kunjungan, tetapi juga menargetkan durasi tinggal wisatawan yang semakin lama.

Pusat Spiritualitas Dunia yang Terus Tumbuh

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar turut memperkuat visi global tersebut. Ia mengingatkan bahwa bangunan bersejarah ini menyimpan pesan peradaban yang jauh lebih dalam bagi umat manusia.

“Candi tentu bukan sekedar bangunan peninggalan masa lalu. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai spiritual, sejarah, kebudayaan, sekaligus juga pesan peradaban,” kata Nasaruddin.

Data pemerintah menunjukkan tren kunjungan ibadah ke candi terus meroket. Umat mancanegara juga mendominasi kegiatan keagamaan Buddha di Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon yang melonjak dari 24.894 peserta pada 2024 menjadi 33.556 peserta pada 2025.

“Ke depan, kita ingin Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, dan Pawon tidak hanya menjadi destinasi yang dikunjungi, tetapi menjadi pusat spiritualitas dunia,” ujarnya.

Merawat Keberagaman Bangsa

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menambahkan, kesepakatan ini memperkokoh posisi Indonesia di mata dunia. Pemerintah memastikan pemanfaatan candi tetap menjaga pelestarian warisan budaya sekaligus mendongkrak pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Jadi inilah kehadiran keberadaan candi ini merupakan sebuah bukti dari bukan hanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di zamannya, tetapi juga sebagai sebuah bukti dari toleransi dan keragaman kita yang harus kita terus jaga,” kata Pratikno.

Nota kesepakatan tersebut secara resmi mengikat komitmen Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Badan Pengaturan BUMN, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov DIY.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.