Atasi Hama, Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Smart Light Trap Berbasis AI untuk Petani Temanggung
SEMARANG, Jatengdata.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 21 Universitas Diponegoro (Undip) sukses menciptakan inovasi Smart Light Trap bertenaga surya. Alat canggih ini beroperasi untuk membantu para petani di Desa Campuranom, Temanggung, sejak akhir Juli 2026. Inovasi teknologi pertanian KKN Undip ini secara efektif menekan serangan hama serangga perusak panen.
Prototipe Smart Light Trap ini mengusung kecanggihan yang melampaui perangkap konvensional. Mahasiswa merancang sistem solar tracker pintar pada panel surya. Teknologi ini membuat panel bergerak otomatis mengikuti arah sinar matahari. Sistem adaptif ini menjamin pasokan energi alat selalu maksimal di lahan pertanian.
Sensor Otomatis dan Kecerdasan Buatan (AI)
Selanjutnya, alat ini memiliki blower penghisap berbasis sensor gerak. Sensor akan langsung mendeteksi pergerakan serangga di sekitar pancaran cahaya. Blower kemudian menyala otomatis dan menyedot hama ke dalam wadah penampung. Petani Temanggung kini terbebas dari rutinitas menjaga perangkap secara manual sepanjang malam.
Menariknya lagi, inovator muda Undip ini melengkapi Smart Light Trap dengan modul kecerdasan buatan (AI). Fitur pintar ini membantu petani mengidentifikasi jenis serangga tangkapan secara akurat. Modul AI tersebut juga langsung memberikan rekomendasi langkah pengendalian hama lanjutan kepada petani.
Secara fisik, tiang penyangga alat ini bisa petani sesuaikan dengan ketinggian tanaman target. Desain struktur yang portabel membuatnya sangat praktis untuk berpindah lahan.
Penanggung jawab pengembangan alat, Nicholaus Ferdinand, membenarkan bahwa perancangan spesifik tersebut bertujuan menjawab kebutuhan nyata lapangan.
“Alat ini kami susun dari nol, mulai dari penyusunan konsep, pemilihan komponen, perancangan sistem energi, sensor dan blower, hingga pembuatan struktur alat,” papar Nicholaus.
Lebih lanjut, ia menegaskan tujuan utama pengembangan alat ciptaan timnya. “Kami menambahkan beberapa inovasi agar light trap lebih adaptif terhadap kondisi lahan, mudah dipindahkan, hemat energi, dan lebih praktis digunakan oleh petani,” tambahnya.
Arah Baru Desa Wisata Pertanian
Penggunaan Smart Light Trap ini menjadi tonggak awal penerapan sistem pertanian regeneratif. Langkah modern ini perlahan menekan tingginya penggunaan pestisida kimia di Temanggung. Ketua Dosen Pendamping KKN Undip, Ardy Wibowo, Ph.D., menilai teknologi ini sangat menguatkan cetak biru pembangunan desa.
“Prinsip regeneratif, sirkular, dan berkelanjutan menjadi dasar agar pembangunan tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memulihkan lingkungan, memperkuat sektor pertanian, dan meningkatkan kapasitas masyarakat,” jelas Ardy.
Pemerintah Desa Campuranom menyambut sangat antusias terobosan teknologi tersebut. Kepala Desa Campuranom, Wirawan, S.T., berharap pendampingan KKN Undip ini memacu kemajuan desanya. Ia menargetkan transformasi desanya menjadi kawasan wisata agraris terpadu pada tahun 2034.
“Harapan kami, pada 2034 Desa Campuranom dapat berkembang menjadi desa wisata pertanian berbasis teknologi yang tetap menjaga kelestarian alam dan identitas desa sebagai wilayah agraris,” tutur Wirawan.
Sebagai penutup, ia meyakini program kolaborasi ini membawa kesejahteraan nyata jangka panjang. “Masterplan ini dapat menjadi panduan agar pembangunan berjalan terarah, bertahap, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.