Bukan Cuma Penonton, Ahmad Luthfi Bawa Jateng ‘Rebut’ Peluang Ekonomi di IKN

7 Agustus 2026, 13:49 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengenakan kemeja batik berbincang akrab dengan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono berlatar bangunan Istana Negara IKN terkait peluang investasi dan pembangunan IKN.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (kiri) berbincang dengan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (kanan) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN, Kalimantan Timur, Kamis (6/8/2026). Pertemuan strategis ini membahas penjajakan kerja sama lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan investasi Jawa Tengah dalam megaproyek pembangunan IKN.n (Foto: Pemprov)

IBU KOTA NUSANTARA, Jatengdata.com – Jawa Tengah tak ingin melewatkan peluang ekonomi raksasa dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) begitu saja. Lewat langkah agresif, Gubernur Ahmad Luthfi langsung “menjemput bola” ke Kalimantan Timur. Ia menyodorkan deretan potensi unggulan—mulai dari mebel Jepara hingga sektor perbankan—agar Jateng bisa meraup keuntungan maksimal dari megaproyek tersebut.

Gubernur Ahmad Luthfi mewujudkan langkah strategis ini melalui kunjungan kerja resmi ke kantor Otorita IKN pada Kamis (6/8/2026). Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajaran langsung menyambut kehadiran rombongan eksekutif dari Jawa Tengah ini.

Tak sendirian, Ahmad Luthfi memboyong jajaran strategis daerah guna memastikan sinergi berjalan optimal. Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD Provinsi Jawa Tengah, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani turut mendampingi lawatan tersebut.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian manuver Luthfi di Kalimantan Timur yang berorientasi kuat untuk memperluas jejaring investasi dan membuka pasar baru bagi potensi unggulan daerah. Menurut Luthfi, masifnya pembangunan ibu kota baru membuka ruang kontribusi yang sangat luas bagi pemerintah daerah.

“Misalnya Jepara yang sudah dikenal sebagai sentra furnitur. Saya ingin melihat apakah ada peluang kerja sama penyediaan furnitur dari Jawa Tengah untuk mendukung pembangunan di IKN,” kata Luthfi.

Daya Tarik Insentif Fiskal Otorita IKN

Jawa Tengah nyatanya menawarkan ekspansi ekonomi yang melampaui pasokan furnitur. Pemerintah provinsi juga menyiapkan sektor strategis lainnya. Seperti perbankan, penyediaan barang dan jasa, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan institusi pendidikan tinggi untuk menopang kebutuhan ibu kota baru yang terus berkembang.

“Intinya, Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga,” tegasnya.

Merespons manuver positif tersebut, Basuki Hadimuljono menyambut hangat tawaran kolaborasi dari Pemprov Jateng. Pihaknya saat ini memang tengah berfokus memperkuat ekosistem pembangunan IKN dengan melibatkan pemerintah daerah secara aktif.

“Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal,” ujar Basuki.

Berbagai pilar, mulai dari APBN, investasi swasta, hibah, hingga skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), menopang skema pendanaan IKN saat ini. Data otoritas mencatat realisasi investasi swasta sudah menembus angka Rp 74,54 triliun.

Jawa Tengah kini mencoba memaksimalkan angka perputaran ekonomi tersebut agar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi riil dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.