Luthfi Sebut Pekerja Pahlawan, Kenaikan Gaji Buruh Jateng Jadi Taruhan

2 Mei 2026, 12:23 WIB • 2 menit baca
Luthfi Sebut Pekerja Pahlawan, Kenaikan Gaji Buruh Jateng Jadi Taruhan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerukan semangat bersama para pekerja saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang.

SEMARANG, Jatengdata.com – Tuntutan kenaikan gaji buruh Jateng yang signifikan langsung mengemuka sehari setelah peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Semarang. Para pekerja kini menagih bukti nyata dari Gubernur Ahmad Luthfi yang sebelumnya membanggakan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,37 persen berkat kontribusi kelas pekerja.

Para pekerja mencatat dengan baik pujian dari kepala daerah tersebut. Mereka kini menanti realisasi konkret dari sebutan pahlawan ekonomi Luthfi pada kebijakan pengupahan mendatang. Pasalnya, klaim tingginya angka pertumbuhan ekonomi Jateng 2026 harus berdampak langsung pada kesejahteraan pekerja.

“Kalianlah pahlawan dalam rangka mengembangkan ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Hidup buruh!” ujar Ahmad Luthfi.

Menagih Kesejahteraan Nyata

Oleh karena itu, kelas pekerja menitipkan pesan tegas di balik perayaan May Day yang damai ini. Mereka memang sangat mengapresiasi situasi keamanan daerah yang kondusif. Namun, urusan pemenuhan standar hidup layak tetap menjadi prioritas utama para buruh.

Illustrasi ringkasan tuntutan pekerja Jawa Tengah yang menagih realisasi kenaikan gaji buruh Jateng melalui meja perundingan LKS Tripartit, menyusul apresiasi Gubernur Ahmad Luthfi atas tingginya pertumbuhan ekonomi daerah.

Pekerja PT Bina Guna Kimia, Satrio Nugroho, langsung menyuarakan harapan tersebut secara gamblang. Ia meminta pemerintah tidak sekadar memberi apresiasi seremonial tanpa perbaikan nasib.

“Harapannya tentu semoga kenaikan gaji bisa lebih signifikan lagi ke depannya,” ujar Satrio Nugroho.

Strategi Baru Serikat Pekerja

Selanjutnya, serikat pekerja juga mulai mengubah strategi perjuangan mereka di lapangan. Mereka kini lebih fokus mengamankan upah buruh Semarang melalui meja perundingan LKS Tripartit daripada menggelar demonstrasi. Langkah dialogis ini mereka nilai jauh lebih efektif dan minim risiko kericuhan.

Ketua KSPN Kabupaten Semarang, Sumanta, membenarkan pergeseran taktik pergerakan tersebut. Ia menilai pemerintah daerah saat ini merespons tuntutan pekerja dengan cukup baik.

“Penyampaian aspirasi tidak harus selalu turun ke jalan, kalau komunikasinya lancar,” ujar Sumanta.

Meskipun demikian, Sumanta menegaskan bahwa perjuangan kelas pekerja sama sekali belum selesai. Pihaknya kini terus mendesak pemberlakuan upah sektoral agar kenaikan gaji buruh Jateng benar-benar terwujud secara adil pada akhir tahun nanti.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.