Untaian Doa dan Janji Evaluasi dari Teras Rumah Duka Syabilla

26 Oktober 2026, 19:03 WIB • 4 menit baca
Wagub Taj Yasin duduk di sofa ungu memanjatkan untaian doa bersama ayah dan ibu mendiang atlet selam Syabilla di teras rumah duka Kelurahan Pengkol Jepara.
DOA DI RUMAH DUKA – Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Besar Porprov XVII Jateng 2026, Taj Yasin Maimoen (kanan, berkemeja biru), memanjatkan doa bersama ayahanda mendiang atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharjo, Ajar Tri Raharjo (tengah, berbaju koko putih), serta ibunda almarhumah (kiri, berbusana hitam) saat bertakziah di teras rumah duka Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Senin (26/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng/jatengdata.com)

JEPARA, Jatengdata.com – Suasana khidmat menyelimuti area teras rumah duka di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Wagub Taj Yasin, menengadahkan kedua telapak tangan memanjatkan doa untuk mendiang atlet selam Syabilla (Syabilla Rizkia Putri Raharjo), Senin (26/10/2026). Duduk di atas sofa tepat di samping ayahanda almarhumah, Ajar Tri Raharjo, Ketua Panitia Besar Porprov Jateng 2026 itu hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi guna menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan janji evaluasi keamanan bagi seluruh kontingen.

Kunjungan takziah ke kediaman peraih dua medali emas yang wafat saat berlomba di pesisir Awann Costa, Kota Semarang, pada Ahad (25/10/2026) tersebut membawa penguatan batin serta komitmen nyata bagi keselamatan atlet daerah.

Di sudut kiri meja tamu, ibunda almarhumah tampak menundukkan kepala sembari menangkupkan tangan dengan mata terpejam menahan haru. Sementara itu, Ajar Tri Raharjo tampak khusyuk mengamini untaian doa bersama Wagub Taj Yasin beserta jajaran pejabat pendamping.

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan di teras rumah tersebut, Ajar menyampaikan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian putri keduanya menghadap Sang Khalik. Kendati demikian, sang ayah menaruh harapan besar agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran panitia penyelenggara melakukan pemeriksaan dan evaluasi mendalam supaya musibah serupa tidak lagi menimpa atlet lainnya.

Dedikasi Atlet Selam Syabilla

Kepergian atlet selam Syabilla meninggalkan jejak kebanggaan yang tak terlupakan bagi masyarakat Kabupaten Jepara maupun dunia olahraga provinsi. Sebelum mengalami kesulitan menjelang garis finis pada nomor Open Water Finswimming (OWF) 3.000 meter di perairan pesisir Awann Costa, Semarang Barat, Kota Semarang, sang atlet telah menyumbangkan prestasi gemilang.

Putri kedua pasangan keluarga di Kelurahan Pengkol itu berhasil mempersembahkan dua keping medali emas bagi kontingen Kabupaten Jepara dari cabang selam kolam nomor 100 meter dan 200 meter bifins putri. Meskipun petugas penyelamat di lapangan sempat mengevakuasi atlet selam Syabilla saat berlomba di perairan terbuka pada Ahad pagi, takdir berkata lain. Nyawa sang juara pun tak tertolong.

Seusai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah pada Senin (26/10/2026) Wagub Taj Yasin kembali menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan daya juang almarhumah dalam mengharumkan nama daerahnya. Menurutnya, torehan dua emas tersebut membuktikan kegigihan seorang atlet daerah dalam mengejar pencapaian terbaik. Hal tersebut sekaligus mengingatkan semua pihak mengenai pentingnya kesiapan fisik sebelum bertanding.

“Yang perlu kita ambil hikmah dari kejadian ini adalah kita tetap harus mengedepankan kondisi fisik dan kekebalan tubuh. Ke depan, perlu ada pengecekan kembali. Kita berolahraga dan berpartisipasi, tetapi harus tetap mengukur kemampuan,” ujarnya.

Janji Evaluasi Menyeluruh Keamanan

Selaku Ketua Panitia Besar Porprov Jateng 2026, Taj Yasin Maimoen menjelaskan bahwa jajaran penyelenggara sebenarnya telah menjalankan serangkaian prosedur standar sebelum menggulirkan pertandingan. Langkah persiapan tersebut mencakup pemenuhan syarat kelaikan peserta hingga pendaftaran seluruh atlet ke dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Namun, ia menilai evaluasi menyeluruh tetap menjadi keharusan mutlak, terlebih bagi nomor perlombaan yang mengambil lokasi di perairan laut lepas. Pasalnya, karakteristik alam di laut terbuka menyimpan dinamika risiko tersendiri yang menuntut pengawasan ekstra ketat dari panitia penyelenggara.

Selain insiden yang merenggut nyawa atlet selam Syabilla, panitia juga menerima laporan mengenai adanya peserta selam lain yang mengalami sengatan ubur-ubur di tengah perlombaan. Temuan lapangan ini langsung masuk ke dalam daftar evaluasi prioritas guna memperketat standar pengamanan pertandingan.

“Ini menjadi evaluasi kami untuk memastikan keselamatan atlet benar-benar dijaga. Karena perlombaan ini dilakukan di laut, ada kondisi alam yang tidak bisa kita batasi. Namun, aspek keamanan atlet harus betul-betul diperhatikan,” kata Taj Yasin.

Tali Asih Prestasi dan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Sebagai wujud penghormatan atas perjuangan almarhumah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama panitia penyelenggara menyiapkan tali asih khusus atas prestasi dua medali emas yang telah Syabilla raih. Selain itu, keluarga almarhumah juga menerima hak klaim perlindungan penuh melalui BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan regulasi yang berlaku, sembari bersinergi dengan dukungan dari pemerintah kabupaten setempat.

Untaian doa dari teras rumah duka di Kelurahan Pengkol kini menjadi pengingat berharga bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Jawa Tengah. Sinergi antara empati Wagub Taj Yasin, ketabahan keluarga mendiang atlet selam Syabilla, pencairan hak BPJS Ketenagakerjaan, serta janji evaluasi keselamatan di Porprov Jateng 2026 memastikan bahwa dedikasi sang juara akan selalu terjaga dalam sejarah olahraga daerah.

Kontributor: Raihan Dwi Aziel Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.