Stok Elpiji Jawa Tengah Melimpah 6 Kali Lipat, Gubernur: Warga Jangan Panik!

8 April 2026, 18:22 WIB • 2 menit baca
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi tinjau stok elpiji Jawa Tengah di SPPBE Karanganyar.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memastikan stok elpiji aman saat meninjau SPPBE di Karanganyar, Rabu (8/4/2026)

SEMARANG, jawadata.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjamin stok elpiji Jawa Tengah dalam kondisi sangat aman dengan ketersediaan mencapai 14.833 metrik ton per April 2026. Angka fantastis ini dapat memastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa waktu ke depan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan pasokan. Berdasarkan hasil pemantauan di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Wijaya Sarana Grasindo, Karanganyar, stok gas saat ini sangat melimpah.

“Sudah kita lakukan pengecekan ketersediaan elpiji. Ketersediaan elpiji di Provinsi Jawa Tengah sangat cukup,” ujar Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi tersebut pada Rabu (8/4/2026).

Stok Melimpah Enam Kali Lipat

Data terbaru per 7 April 2026 menunjukkan angka persediaan mencapai 14.833 metrik ton. Jumlah ini setara dengan enam kali lipat dari kebutuhan normal harian masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Oleh karena itu, pemerintah menjamin bahwa stok elpiji Jawa Tengah berada dalam posisi yang sangat aman. Luthfi juga mengimbau warga agar tetap tenang dan membeli kebutuhan energi sesuai dengan keperluan wajar.

“Tidak perlu panik. Saya ulangi, ketersediaan elpiji kita cukup enam kali lipat dari normal,” tegasnya.

Infografis data stok elpiji Jawa Tengah melimpah 14.833 metrik ton dan sebaran 54.235 pangkalan.
Data visual ketahanan stok elpiji Jateng yang mencapai 6 kali lipat kebutuhan normal per April 2026.

Pengawasan Ketat Distribusi Gas Melon

Pemerintah Provinsi tetap mengawasi distribusi gas melon Jateng dengan sangat ketat meski pasokan melimpah. Mereka menggandeng Ditreskrimsus Polda Jateng untuk menyisir setiap potensi tindakan ilegal di lapangan.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan segera menerima ketersediaan energi Jateng. Subsidi ini menyasar rumah tangga kurang mampu, nelayan kecil, petani penggarap, hingga pelaku usaha mikro.

“Jangan sampai elpiji 3 kg itu digunakan untuk usaha laundry, perusahaan, dan sebagainya. Itu yang harus kita lakukan operasi dan penertiban,” tambah Luthfi.

Akses Energi Melalui Puluhan Ribu Pangkalan

Selain pasokan, pemerintah juga menyoroti kemudahan akses melalui pangkalan elpiji Jawa Tengah. Saat ini, terdapat 54.235 pangkalan yang tersebar hingga ke pelosok desa untuk menjamin distribusi yang merata.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, memberikan apresiasi atas pengawalan ini. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga agar penggunaan energi tidak menjadi sia-sia.

“Kami mengimbau untuk bijak menggunakan energi, hemat menggunakan energi, dan kita memastikan penggunaan energi tidak sia-sia,” kata Fanda.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Rilis Pemprov jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.