Festival Kota Lama 2026 Diperpanjang 17 Hari, Sambut 15 Ribu Tamu MTQ Nasional

5 September 2026, 10:32 WIB • 3 menit baca
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memasuki gapura utama pada pembukaan Festival Kota Lama 2026 di Semarang yang durasinya diperpanjang untuk menyambut tamu MTQ Nasional.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno (tengah) mewakili Gubernur Jateng saat menghadiri Opening Ceremony Festival Kota Lama (FKL) XV 2026 di Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (4/9/2026). Mengusung tema "Unity in Diversity", perhelatan budaya ini resmi diperpanjang menjadi 17 hari (4-20 September 2026) guna mengoptimalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif dari kedatangan 15.000 tamu MTQ Nasional ke-31.

SEMARANG, Jatengdata.com – Pemerintah Kota Semarang resmi memperpanjang durasi perhelatan Festival Kota Lama (FKL) XV 2026 menjadi 17 hari, mulai 4 hingga 20 September 2026. Pemerintah mengambil langkah taktis ini untuk mengoptimalkan perputaran ekonomi dan sektor pariwisata dari potensi kedatangan belasan ribu tamu Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-31.

Penyelenggara merancang penambahan durasi acara agar jadwal Festival Kota Lama 2026 beririsan langsung dengan pelaksanaan MTQ. Musabaqah tingkat nasional ini bergulir pada 11-20 September 2026 di ibu kota Jawa Tengah tersebut.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh keputusan pelebaran jadwal wisata Semarang ini. Kehadiran ribuan kafilah MTQ menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kawasan bersejarah tersebut sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif lokal.

“Kami sangat support. Ini masalah momentum. Festival Kota Lama akan diperpanjang bersamaan dengan kegiatan MTQ ke-31 di Kota Semarang sehingga tentu dampaknya akan lebih besar lagi,” kata Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, saat mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi pada Opening Ceremony FKL XV 2026 di Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (4/9/2026).

Potensi Lonjakan Pengunjung Pariwisata

Sumarno memproyeksikan sekitar 7.000 kafilah akan memadati acara MTQ Nasional 2026. Angka tersebut berpotensi melonjak hingga kisaran 10.000 sampai 15.000 pengunjung jika menghitung kehadiran keluarga maupun tim pendamping peserta.

“Kalau tidak diperpanjang, eman-eman,” ujarnya.

Kawasan Kota Lama kini tampil memukau sebagai ruang aktivitas seni dan budaya. Pemprov Jateng menilai momentum kunjungan masif tamu luar daerah ini sangat krusial untuk memberikan pengalaman wisata yang maksimal.

“Kami dari Pemprov Jateng sangat mengapresiasi Festival Kota Lama. Kota Lama ini peninggalan sejarah yang harus kita jaga dan juga dikolaborasikan dengan ekonomi kreatif sehingga akan mengangkat perekonomian di Kota Semarang,” katanya.

Infografis rincian jadwal dan rangkaian acara Festival Kota Lama 2026 di Semarang yang diperpanjang 17 hari untuk menyambut 15.000 tamu MTQ Nasional.
Infografis merangkum poin-poin strategis perpanjangan jadwal Festival Kota Lama (FKL) XV 2026 menjadi 17 hari (4-20 September 2026). Kebijakan ini diambil guna mengoptimalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif daerah dari proyeksi kedatangan 15.000 tamu MTQ Nasional ke-31 di kawasan bersejarah Semarang. (Grafis: Jateng Data)

Fasilitasi Jadwal Padat Tamu MTQ

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menjelaskan, penyesuaian jadwal ini bertujuan memfasilitasi para tamu luar daerah. Peserta MTQ kini memiliki kelonggaran waktu untuk menikmati ragam hiburan di sela padatnya agenda musabaqah.

“Saya lihat jadwal MTQ ini rapat banget. Wah, kapan ini bisa jalan-jalan lihat Festival Kota Lama? Syukur Alhamdulillah, matur nuwun. Kemudian dibuatkan proses perpanjangan dengan berbagai macam unsur tambahan. Yang akhirnya bisa ditutup hampir bersamaan dengan ketika MTQ Nasional ke-31 ditutup,” kata Agustina.

Festival tahun ini mengusung konsep “Unity in Diversity” yang sangat sesuai dengan karakter Kota Lama sebagai ruang perjumpaan berbagai latar belakang masyarakat.

“Kota Lama ini bukan hanya ikon Hindia Belanda. Tetapi juga sudah merangkum seluruh kegiatan seni dan budaya dari berbagai macam keanekaragaman yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Deretan Agenda Budaya Unggulan

Panitia menyiapkan beragam agenda sepanjang pelaksanaan pameran budaya ini. Pengunjung dapat menikmati Pasar Malam Sentiling pada 4-13 September, Orkes On The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, dan Chess Kota Lama.

Pihak penyelenggara juga menghadirkan pertunjukan budaya yang kuat. Termasuk Wayang Orang On The Street, Festival Folklore Kota Lama pada 18-19 September, hingga pentas 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September. Panitia turut menggelar sesi edukasi pembuatan kerajinan tradisional janur bagi pengunjung generasi muda.

Pemkot Semarang meyakini kolaborasi dua agenda besar ini mampu memperkuat posisi Semarang sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus ruang interaksi lintas budaya bagi seluruh delegasi nusantara.

Kontributor: Raihan Dwi Azile Aziz
Editor: Agung S Bakti
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.