Jangan Buang Minyak Jelantah! Warga Demak Sulap Limbah Dapur Ini Jadi Lilin Aroma Terapi Bernilai Cuan
DEMAK, Jatengdata.com– Warga kerap membuang limbah dapur sembarangan sehingga mencemari saluran air. Namun kini, ibu-ibu rumah tangga di Desa Klampok Lor, Kabupaten Demak, justru menjadikan sisa minyak tersebut sebagai sumber penghasilan baru.
Berkat pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 142, masyarakat siap mengubah sisa penggorengan harian menjadi lilin aroma terapi bernilai jual.
Tim KKN dari Divisi Lingkungan dan Kesehatan menggelar pelatihan inovatif di balai desa setempat, tanggal 23 Agustus kemarin. Puluhan warga antusias berkumpul sejak pagi sambil membawa botol berisi sisa minyak goreng bekas dari dapur masing-masing.
Mahasiswa kemudian memandu warga menyaring kotoran, memanaskan cairan, mencampur parafin, hingga menambahkan ekstrak pewangi seperti lavender, sereh, maupun kayu manis.
“Tujuan kegiatan ini adalah memanfaatkan minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan, sekaligus menghasilkan produk yang berguna, baik untuk dipakai sendiri di rumah maupun untuk dijual. Dengan begitu, minyak bekas tidak terbuang sia-sia. Lilin aroma terapi ini membuat rumah menjadi harum, menenangkan pikiran, dan tentu saja bernilai ekonomi bagi warga,” ujar Nadya Sanad, anggota Divisi Kesehatan Lingkungan.
Peluang Usaha Rumahan
Program ini secara langsung membuka peluang usaha kecil bagi warga desa, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan keluarga tanpa harus meninggalkan kesibukan sehari-hari. Pelatihan berlangsung interaktif, menyertakan pendampingan takaran bahan baku secara akurat agar produk lilin buatan warga tampil rapi dan tahan lama.
“Awalnya kami tidak menyangka minyak bekas bisa jadi lilin wangi. Setelah mencoba, ternyata hasilnya bagus sekali. Kami jadi semangat untuk membuatnya sendiri di rumah,” ungkap Ibu Siti Mustafidah, salah satu ibu-ibu Desa Klampok Lor.
Tim mahasiswa merancang inovasi pengolahan limbah ini untuk memantik semangat wirausaha berkelanjutan di kalangan masyarakat pedesaan.
Ke depannya, para mahasiswa berencana melanjutkan pendampingan strategis guna mengembangkan model pengemasan dan pemasaran agar produk lokal ini mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.
Baca juga:
Jangan Dibuang! Ibu PKK Tlompakan Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Mewah
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.