Baru Dilantik, Ini Profil Rektor Unsoed yang Terseret OTT KPK
SEMARANG, Jatengdata.com – Publik dan dunia pendidikan tinggi kembali terhenyak. Prof. Akhmad Sodiq, akademisi brilian lulusan Jerman yang baru saja dilantik untuk periode kedua jabatannya, kini harus berurusan dengan penyidik usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Padahal, pimpinan kampus ini memiliki rekam jejak mentereng dengan segudang penghargaan bergengsi tingkat nasional sebelum akhirnya tersandung kasus hukum.
Melihat lebih jauh profil Rektor Unsoed ini, pria kelahiran 28 Januari 1969 tersebut mendedikasikan sebagian besar hidupnya pada bidang ilmu peternakan. Ia merintis jalan akademisnya dengan menyelesaikan studi sarjana (S1) di institusi yang sama.
Sodiq kemudian memperluas wawasan akademiknya ke benua Eropa. Ia menempuh pendidikan magister (S2) di George-August University, Jerman. Setelah itu, sang akademisi sukses merampungkan studi doktoral (S3) di Kassel University, Jerman, pada keilmuan yang linear.
Karier Puncak di Kampus dan Organisasi
Kariernya di lingkungan kampus terus menanjak tajam secara konsisten. Sodiq sempat menjalankan tugas sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik periode 2018–2022. Ia kemudian terpilih memimpin institusi pendidikan tersebut untuk periode pertama (2022-2026).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bahkan baru saja melantiknya kembali untuk periode kedua di Jakarta pada 19 Mei 2026 lalu. Sayangnya, amanah tersebut kini dibayangi oleh rentetan pemeriksaan intensif lembaga antirasuah.
Pimpinan perguruan tinggi ini juga sangat aktif berorganisasi. Ia menjabat sebagai Dewan Pengawas DPW Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah dan Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia. Di lingkungan keagamaan, namanya tercatat sebagai Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banyumas.

Deretan Penghargaan yang Kini Menjadi Ironi
Selama masa pengabdiannya, Sodiq rajin memborong berbagai penghargaan bergengsi. Ia pernah menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017. Ia juga berkali-kali menyabet gelar dosen berprestasi tingkat fakultas pada 2006 dan 2009.
Namun, seluruh pengakuan dan prestasi akademik tersebut kini seolah tak berbekas akibat pusaran dugaan suap penerimaan mahasiswa baru. Kasus yang tengah ditangani KPK ini tentu menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, sekaligus meninggalkan noda hitam pada profil Rektor Unsoed yang selama ini dikenal sebagai teladan.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.