Teknologi Canggih Diterapkan, Kolaborasi Tiga Pihak Ini Ubah Saluran Irigasi Jadi Sumber Listrik
BANYUMAS, Jatengdata.com – Saluran air pertanian kini mulai diuji coba sebagai pusat penghasil energi terbarukan melalui penerapan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Lumitech Co., Ltd. Korea berkolaborasi meluncurkan demonstrasi teknologi tersebut untuk memproduksi listrik tanpa harus membebaskan lahan produktif.
Peluncuran penerapan PLTS di atas saluran irigasi ini menjadi langkah awal dari pengembangan dan demonstrasi sistem fotovoltaik untuk sektor pertanian. Tim riset merancang pemasangan panel surya untuk mengoptimalkan ruang kosong di atas air. Langkah ini sama sekali tidak mengganggu fungsi utama irigasi bagi sektor pertanian.
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OR EM) BRIN, Dr. Cuk Supriyadi Ali Nandar, S.T., M.Eng., menilai pemanfaatan ruang melalui kolaborasi ini sangat efisien secara tata ruang.
“Sistem ini memiliki nilai strategis karena kita dapat memanfaatkan area di atas saluran irigasi untuk mengoptimalkan potensi energi surya tanpa harus mengambil lahan produktif,” jelas Cuk Supriyadi.
Secara geografis, infrastruktur pengairan di Indonesia sangat mendukung penerapan teknologi PLTS saluran irigasi tersebut. CEO Lumitech Co., Ltd., Mr. Shin Inboum, menegaskan bahwa model kelistrikan di atas air ini merupakan salah satu alternatif pengembangan energi terbarukan yang potensial di Indonesia.
“Pembangunan solar panel di atas canal irigasi merupakan salah satu solusi. Dengan sistem ini, kita tidak perlu memiliki kekhawatiran untuk menebang pohon atau mengambil lahan di daerah pegunungan untuk membangun pembangkit. Indonesia sangat potensial karena memiliki saluran irigasi yang sangat panjang,” ujar Shin Inboum.
Sinergi Riset Menuju Model Komersial
Ketiga perwakilan meresmikan kolaborasi pengembangan teknologi ini secara kelembagaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung Rektorat Unsoed, Rabu (19/8/2026). Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri agar inovasi kelistrikan ini berdampak konkrit.
“Ini merupakan kolaborasi yang sangat strategis karena menggabungkan kepentingan riset, pengembangan teknologi, pemanfaatan sumber daya, dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan inovasi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah,” kata Prof. Akhmad Sodiq.
Target jangka panjang dari kolaborasi ketiga belah pihak ini tidak hanya berhenti pada tahap demonstrasi. Mereka juga akan mengembangkan model bisnis teknologi energi yang menyasar langsung pada pemenuhan kebutuhan pasar.
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.