Opini 3 menit baca

Transformasi Kawasan Pesisir Jepara Menuju ‘Waterfront City’ Tangguh

Muhammad Miftakhul Mu’afiq, S.PWK

Muhammad Miftakhul Mu’afiq, S.PWK

Praktisi Perencanaan Wilayah dan Kota, ahasiswa Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Transformasi Kawasan Pesisir Jepara Menuju ‘Waterfront City’ Tangguh
Ilustrasi sketsa Muhammad Miftakhul Mu’afiq, S.PWK, Praktisi Perencanaan Wilayah dan Kota dan Mahasiswa Magister di UNISSULA, untuk artikel opininya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kini gencar menyiapkan langkah strategis untuk menata ulang kawasan pesisir Jepara. Mereka menyusun masterplan kawasan permukiman Kumuh untuk mewujudkan lingkungan pesisir yang jauh lebih baik.

Perencanaan strategis ini berfokus pada kawasan Bulu. Area pesisir seluas 20,75 hektare ini mencakup empat kelurahan, yaitu Bulu, Demaan, Jobokuto, dan Ujungbatu. Pemkab memprioritaskan kawasan Bulu karena lokasinya berada tepat di pusat ibu kota kabupaten.

Namun, wilayah tata wilayah pesisir ini memiliki tingkat kerentanan bencana yang sangat tinggi. Dokumen masterplan menunjukkan ancaman serius berupa abrasi, banjir rob Jepara, dan intrusi air laut. Tata letak bangunan yang sangat padat dan tidak teratur semakin memperparah kondisi lingkungan tersebut.

Para ahli menilai kondisi infrastruktur dasar di Bulu masih berada di bawah standar kelayakan. Warga setiap hari menghadapi buruknya sistem drainase. Genangan air laut yang bercampur sampah kerap merendam area permukiman. Selain itu, mereka juga kekurangan akses air bersih dan belum memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai.

Strategi Coastal Road Menuju Waterfront City Jepara

Para perencana menawarkan inovasi kunci berupa pembangunan coastal road atau jalan pesisir. Infrastruktur vital ini akan membentang melintasi tepi pantai Kelurahan Bulu dan Demaan. Jalan pesisir ini tidak sekadar berfungsi sebagai jalur transportasi utama bagi warga. Pemerintah merancangnya secara khusus sebagai tanggul pengaman untuk melindungi rumah penduduk dari hantaman gelombang pasang.

Lebih dari itu, keberadaan jalan pesisir ini bertindak sebagai batas fisik wilayah pesisir yang tegas. Pembatasan area ini bertujuan mulia untuk mencegah praktik reklamasi ilegal. Langkah pencegahan ini sangat penting agar masyarakat tidak lagi merusak ekosistem pantai yang rentan.

Selain membangun jalan pantai, masterplan permukiman kumuh ini menargetkan normalisasi tiga sungai utama. Ketiga urat nadi perairan tersebut meliputi Kali Gandu, Kali Kanal, dan Kali Wiso. Saat ini, sungai-sungai tersebut mengalami tingkat sedimentasi yang sangat parah. Tumpukan sedimen ini menghambat laju perahu nelayan dan memicu luapan banjir rob masuk ke rumah warga.

Rencana aksi pemerintah daerah mencakup pengerukan sedimen dan peninggian tanggul sungai. Mereka juga akan menata ulang ruang sandar perahu. Penataan sarana ini bertujuan untuk mengoptimalkan jalur distribusi hasil tangkapan laut para nelayan setempat. Seluruh upaya ini mengusung tema besar untuk mewujudkan “Kawasan Bulu Sebagai Waterfront City”.

Mendorong Ekonomi Melalui Waterfront City Jepara

Konsep Waterfront City Jepara mendorong pembangunan permukiman modern yang menghadap langsung ke perairan. Proyek strategis ini tetap menjaga keselarasan kelestarian lingkungan, stabilitas sosial, dan nilai budaya lokal.

Masterplan ini juga mencakup rencana pembangunan 150 unit rumah nelayan baru yang lebih layak. Pemerintah daerah bahkan berencana merenovasi rumah tidak layak huni dan membangun ruang terbuka hijau bernama Waterfront Park.

Pengembangan wilayah ini turut mendongkrak denyut nadi sektor ekonomi lokal masyarakat pesisir. Pemerintah akan mengintegrasikan fasilitas seperti sentra ikan asap dan pasar apung. Destinasi wisata kuliner di muara sungai ini siap menjadi daya tarik pariwisata unggulan. Langkah visioner ini sangat selaras dengan visi utama Kabupaten Jepara untuk menciptakan kota industri dan pariwisata yang inklusif.

Kehadiran masterplan yang komprehensif membawa harapan besar bagi masa depan kawasan pesisir Jepara. Publik berharap Kawasan Bulu segera terbebas dari stigma sebagai kantong kemiskinan pesisir.

Sebaliknya, wilayah perairan ini akan menjelma menjadi model tata kota pesisir yang tangguh menghadapi perubahan iklim. Pada akhirnya, transformasi ini siap menjadikan kawasan pesisir Jepara khsusunya daerah Bulu sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.

Editor Opini: Agung S Bakti
Isi opini adalah tanggung jawab penulis sepenuhnya.
Opini
Bagikan: