Belum Wisuda, Lulusan Akamigas Cepu Dibajak Industri Migas
BLORA, Jatengdata.com – Sebanyak 40 persen mahasiswa terjaring kontrak industri migas bahkan sebelum tali toga mereka dipindahkan. Fenomena langka ini mencuat dalam perhelatan Wisuda ke-55 Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas di Gedung Graha Oktana, Cepu, Kabupaten Blora, pada Jumat (17/7/2026).
Keberhasilan melipatgandakan angka serapan kerja ini tidak terjadi secara kebetulan. Kampus secara konsisten menerapkan konsep integrasi pendidikan vokasi melalui skema 8+I Link and Match. Strategi jitu tersebut memaksa pihak industri terlibat aktif sejak hari pertama pembelajaran.
Mahasiswa wajib mengantongi sertifikasi kompetensi berstandar industri sebelum mereka lulus. Direktur PEM Akamigas Cepu, Dr. Erdila Indriani, memaparkan kunci utama di balik lonjakan prestasi akademik tersebut.
“Sinergi kami dengan dunia industri tidak lagi sekadar formalitas di atas kertas kerja,” ujar Dr. Erdila sebagaimana diberitakan laman Pemkab Blora. Industri mengawal kurikulum berbasis proyek hingga mewajibkan praktik magang minimal satu semester penuh.
Putra Daerah Tembus Puncak Prestasi
Sidang senat kali ini juga menjadi panggung pembuktian bagi 85 lulusan berpredikat Cum Laude di sekolah vokasi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) ini. Sorotan utama publik langsung mengarah kepada sosok pemuda bernama Achmad Rendy Dwi Yulianto.
Pemuda asli daerah tersebut meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yaitu 3,90. Rendy membuktikan bahwa penerima beasiswa penuh mampu merajai Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas.
Bupati Blora, H. Arief Rohman, memberikan apresiasi tinggi atas capaian gemilang warganya tersebut. Beliau menilai talenta lokal mampu bersaing ketat di level nasional.
“Prestasi luar biasa sebagai putra asli Cepu ini harus menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh generasi muda di Kabupaten Blora,” tutur Bupati Arief.
Ambisi Besar Hadapi Transisi Energi
Tantangan sektor energi global kini menuntut kelincahan berpikir tingkat tinggi. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Prof. Ahmad Erani Yustika, mengingatkan para wisudawan akan bahaya disrupsi teknologi. Penguasaan sains dan kreativitas menjadi modal mutlak di dunia kerja.
“Dunia berubah sangat cepat dan diakselerasi oleh inovasi pengetahuan,” tegas Prof. Ahmad Erani. Beliau menekankan bahwa tantangan sesungguhnya menanti para lulusan untuk terus berinovasi.
Menghadapi dinamika tersebut, pihak kampus langsung memasang target ekspansi yang sangat masif. Mereka menargetkan lonjakan jumlah mahasiswa secara signifikan hingga menyentuh 4.500 orang pada tahun 2030 mendatang.
Pengelola institusi kini mempercepat pembangunan laboratorium terpadu seluas 12 hektare di kawasan Nglajo. Langkah nyata ini bertujuan mencetak lulusan Akamigas Cepu yang mampu bersaing di pentas gobal
Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data
Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.