Genjot Industri Hijau, Ahmad Luthfi Tawarkan Proyek Raksasa Investasi EBT Jawa Tengah ke Tiongkok

23 Mei 2026, 16:14 WIB • 2 menit baca
Genjot Industri Hijau, Ahmad Luthfi Tawarkan Proyek Raksasa Investasi EBT Jawa Tengah ke Tiongkok
Pertemuan Tokoh Tiongkok-Indonesia di Makan Malam Program DBA CKGSB Angkatan 12.

JAKARTA, Jatengdata.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan tujuh proyek energi ramah lingkungan kepada puluhan pengusaha Tiongkok demi mempercepat transformasi daerahnya menjadi pusat ekonomi hijau nasional. Penawaran strategis ini Luthfi sampaikan saat menghadiri forum Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia di Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (22/5/2026) malam.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu transformasi dari pusat manufaktur konvensional menjadi episentrum ekonomi hijau. Oleh karena itu, Gubernur Ahmad Luthfi menawarkan peluang Investasi EBT Jawa Tengah kepada para pengusaha asal Tiongkok. Strategi ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan melalui industrialisasi ramah lingkungan.

Saat ini, Jawa Tengah telah mengoperasikan tujuh kawasan industri dan ekonomi khusus. Selanjutnya, pemerintah daerah sedang menyiapkan 12 kawasan industri baru. Langkah ini berfungsi untuk mendukung pemerataan investasi dan memacu pertumbuhan ekonomi Jateng 2026 agar melampaui pencapaian triwulan pertama yang berada di angka yang solid, yakni 5,89 persen.

Guna mewujudkan visi industri tersebut, Luthfi menawarkan sedikitnya tujuh proyek energi baru terbarukan kepada investor global. Proyek potensial ini mencakup pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, biogas, biomassa, gas rawa, energi panas bumi, hingga pengolahan sampah menjadi listrik (waste to energy).

Fokus Pengolahan Sampah dan Kolaborasi Global

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat serius mengembangkan pasokan energi ramah lingkungan sekaligus mengatasi masalah persampahan kawasan. Oleh sebab itu, Luthfi mengundang para investor yang memiliki kapasitas teknologi pengolahan limbah modern untuk segera masuk.

Infografis data Jawa Tengah menampilkan 7 proyek Energi Baru Terbarukan, 12 kawasan industri baru, realisasi investasi Rp110,02 triliun (Tiongkok penyumbang utama), dan pertumbuhan ekonomi 5,89%.

“Kami membuka peluang lebar-lebar bagi investasi pengolahan sampah di Jawa Tengah sehingga akan membantu kami dalam rangka energi terbarukan,” kata Luthfi.

Tiongkok sendiri menempati posisi sebagai salah satu penyumbang modal terbesar di Jawa Tengah. Tercatat, nilai investasi dari negara tersebut mencapai angka Rp 10,13 triliun. Secara keseluruhan, Jawa Tengah berhasil mencetak realisasi investasi gabungan sebesar Rp 110,02 triliun sepanjang 2025. Fakta ini membuktikan Jawa Tengah memiliki daya tarik tinggi bagi modal asing.

“Tiongkok dan seluruh negara kami undang ke Provinsi Jawa Tengah karena dari segi geologi, strategi, dan tipologi menjadi hub ekonomi,” ujar Luthfi.

Sementara itu, para pengusaha Tiongkok menyambut tawaran kerja sama ini dengan sangat antusias. CEO AAC Technologies Holdings, Benjamin Pan, menilai Jawa Tengah memiliki potensi raksasa sebagai pusat manufaktur hijau unggulan di Asia Tenggara. Pihaknya siap membawa modal dan teknologi mutakhir untuk memperkuat industri lokal.

“Kami melihat kemungkinan kolaborasi yang tak terbatas.

Editor: Muhammad Raihan Dwi Aziel Aziz
Sumber: Pemprov Jateng
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.