Saring Sebelum Sharing: Melawan Algoritma Konten Viral yang Makin Meresahkan

21 Mei 2026, 20:37 WIB • 2 menit baca
Saring Sebelum Sharing: Melawan Algoritma Konten Viral yang Makin Meresahkan
Sesi diskusi panel Jateng Media Summit 2026 di Semarang yang menyoroti ancaman algoritma konten viral dan strategi menjaga ekosistem informasi digital dari gempuran pasukan siber.

SEMARANG, Jatengdata.com – Pemerintah dan akademisi mendesak industri pers untuk kembali memproduksi karya jurnalistik bermutu demi melawan masifnya informasi sensasional.Mereka menyuarakan seruan penting ini sebagai upaya menyehatkan kembali ruang publik pada forum Jateng Media Summit 2026 di Semarang, Kamis (21/5/2026)

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomdigi Jateng), Lilik Henry Ristanto, menyoroti fenomena meresahkan di ruang publik. Ia melihat algoritma konten viral saat ini justru lebih sering mempromosikan isu yang kontroversial daripada substansi bermutu. Kondisi ini menuntut masyarakat dan media untuk lebih waspada menjaga ekosistem informasi digital.

Oleh karena itu, Lilik mendesak semua pihak untuk memperkuat literasi digital dan mengendalikan penyebaran informasi palsu.

“Maka perlu saring sebelum sharing untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” ujar Lilik Henry Ristanto.

Ancaman Pasukan Siber

Selain jebakan algoritma, ulah pasukan siber turut memperparah bahaya konten kontroversial. Dosen Fisip Universitas Diponegoro, Bangkit Wiryawan, menyebut aktivitas tersebut secara sistematis menghancurkan integritas bisnis media massa. Akibatnya, publik kesulitan membedakan antara fakta jurnalistik dan opini bayaran.

Grafis ringkasan mengenai bahaya algoritma konten viral, ancaman pasukan siber, dan pentingnya kembali memproduksi jurnalisme publik sesuai pembahasan di Jateng Media Summit 2026.

Selanjutnya, Bangkit mendorong pengelola media segera meningkatkan kapasitas literasinya guna meredam gempuran propaganda. Ia berharap literasi tersebut mampu mencegah kelompok tertentu menguasai ruang digital.

Sementara itu, Chief Content Officer KapanLagi Youniverse (KLY), Wenselaus Manggut, menawarkan solusi konkret bagi industri pers. Ia meminta ruang redaksi menjadikan kebutuhan riil masyarakat sebagai panduan utama pemberitaan. Pendekatan ini memampukan media memutus siklus konten negatif sekaligus menghubungkan fakta dengan kepentingan publik.

Adapun sejumlah pihak tercatat mendukung acara perdana pertemuan media besar skala provinsi ini. Seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Negara Indonesia, Bank Indonesia,

Lalu adapula sponsor dari Telkom Indonesia-Elevating Your Future, Semen Gresik, Jateng Agro Berdikasi, PT Bhimasena Power Indonesia-PLTU Batang, PT Sukun, PT BPR BKK Jawa Tengah, Bank Jateng, Out of The Box, dan Gramedia.

Kontributor: Agung Setia Bakti
Editor: Muhammad Raihan Dwi Azile Aziz
Bagikan:

Ikuti Terus Kabar Terbaru dari Jateng Data

Dapatkan berita terpercaya dan update pilihan langsung di perangkat Anda.